Catatan Jhoni

Inspirasi dan Informasi

"Ditulis dengan Hati dan Hati-hati"
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Gmail

Wisata alam daerah huluan.

Telun di Tabir Ulu, Tabir Barat

Jika anda ingin menikmati wisata alam, tak perlu jauh-jauh ke luar provinsi. Jambi menyimpan segudang keindahan tersebut.

Provinsi Jambi, terutama daerah huluan (barat) kaya dengan potensi wisata alam. Selain Kerinci, Kabupaten Merangin juga bisa menjadi destinasi wisata alami bagi pemburu “ketenangan”. 
Tak hanya memiliki geopark (taman bumi), banyak potensi lain (wisata sejarah, alam dan budaya) yang ada di Kabupaten Merangin. Satu di antaranya adalah air terjun atau orang setempat menyebutnya talun/ tolun/ telun. Air terjun atau telun ini terdapat di beberapa kecamatan (terutama di bagian terluar) bumi Tali Undang Tambang Teliti. Sebut saja misalnya telun yang berada di kecamatan Tabir Barat.


Tabir Barat merupakan pemekaran dari kecamatan induk: Tabir Ulu. Dalam dokumen BPS (Merangin Dalam Angka, 2009), jarak dari Ibukota Kabupaten (Bangko) ke Ibukota Kecamatan Tabir Barat (Kibul) berjarak 58 Km. Perjalanan ke sana bisa ditempuh melalui jalur darat: lewat Sungai Manau, atau Simpang Seling. 
Dari Sungai Manau menuju Tabir Barat jalannya berupa aspal, dan masih tergolong bagus. Pengunjung yang ingin melewati jalur ini, harus berkendara melewati jalan Bangko menuju Kerinci, dan memilih simpang menuju Telentam di Kecamatan Sungai Manau. Sementara, jalan Simpang Seling langsung terhubung ke Jalan Lintas Sumatera—arah Bangko ke Bungo. Kondisi jalan sudah banyak terdapat lobang. Namun, jalur ini masih menjadi jalur utama perlintasan barang dan orang dari dan ke Kecamatan Tabir Barat (menempuh jalan sepanjang antara 70 s.d 90 km).
Layaknya daerah huluan, dan tergolong dataran tinggi, Tabir Barat memiliki jalur aliran air di perbukitan yang membentuk Telun. Telun yang terdapat di daerah ini sudah teridentifikasi sebanyak dua tempat, atau berada di dua lokasi berbeda. Letak persisnya berada di Desa Muara Kibul dan Desa Telentam. 
Di Muara Kibul, dapat kita jumpai telun bertingkat tiga. Sampai sekarang, telun ini tidak terlalu banyak menarik pengunjung, baik hari libur—hari libur besar, terlebih pada hari biasa. Untuk sampai ke telun, dari Desa Muara Kibul bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih selama 30 menit. Jalannya masih berupa jalan setapak. Jalan tanah yang biasa dilewati warga setempat untuk pergi ke kebun karet dan ladang.
Dari Muara Kibul, ke lokasi telun Telentam (telun Talang Jaya) tidaklah sulit. Pengunjung bisa berkendara, melewati jalur darat, dari Desa Muara Kibul ke arah huluan. Jalannya aspal, tergolong bagus. 
Semakin ke hulu wilayah Kecamatan Tabir Barat semakin menarik untuk dilihat: Lubuk larangan Taman Ciri, sungai Tabir yang jernih dengan bebatuan besar, alam yang masih segar, pemandangan yang masih khas pedesaan, ditambah perkampungan dengan latar belakang hutan alam, adalah beberapa keindahan alami yang terhampar di huluan Sungai Tabir. 
Dari pusat pemukiman penduduk Desa Telentam, perjalanan menuju telun ditempuh dengan melewati jembatan gantung, menyeberangi sungai, menapaki jalan tanah, keluar masuk  perkebunan karet rakyat dan ladang, juga mendaki dan menuruni bukit yang ada di sepanjang track. Jarak lokasi telun dari pemukiman penduduk kurang lebih satu setengah kilo meter. Menghabiskan waktu setidaknya 40 menit, yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Perjalanannya cukup melelahkan. Namun, kelelahan di perjalanan akan tebayar lunas ketika sudah sampai di telun. Suara gemercik air yang pecah menabrak bebatuan, kicauan burung yang bersahutan, keindahan alamnya, udara yang masih segar, ditambah dinginnya air telun akan membawa kesejukan tersendiri yang sulit diungkapkan. 
Pemandangan di telun telentam lebih menarik jika dibandingkan telun yang ada di Muara Kibul. Air terjun-nya bertingkat tujuh. Telun ini menjadi lokasi favorit tujuan rekreasi pemuda sekitar (khususnya dari desa terdekat). 
Pada musim ramai pengunjung (libur Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha), pemuda setempat biasanya membuat lahan parkir di pintu masuk jalan menuju telun. Untuk parkir sehari penuh, Per motor hanya dikenakan biaya Rp. 2000. Selain itu, kendaraan pengunjung juga bisa dititipkan kepada penduduk setempat. 
Jangan berharap, lokasi kedua telun, memiliki fasilitas seperti kebanyakan tempat wisata di daerah lain yang sudah dikelola. Warung, tempat ibadah, dan bangunan serta prasarana lain tidak akan ditemukan di tempat ini. Maka bagi pengunjung yang berniat menikmati keindahan alam di huluan Tabir, perlengkapan dan bekal harus dibawa dari rumah atau pemukiman terdekat.  
Mandi di bawah guyuran air terjun, menikmati aroma hutan dan suara alam, adalah beberapa di antara banyak kenangan dan pengalaman yang akan dibawa pengunjung pulang…
Labels: AIR TERJUN, Catatan Perjalanan, Jambi, MERANGIN, Telun

Thanks for reading Wisata alam daerah huluan.. Please share...!

Inspirasi dan Informasi Lainnya

Kata Mutiara

Kata Mutiara
Menulis adalah kodrat yang tak boleh pupus oleh alasan apa pun. Karena bersama itu, kita akan menyadari arti pentingnya belajar, membaca, dan berbagi.
Back To Top