Catatan Jhoni

Inspirasi dan Informasi

"Ditulis dengan Hati dan Hati-hati"
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Gmail

S. Chandrasekhar dan Hasrat Cintanya

Tampilan Google Doodle tema S. CHANDRASEKHAR (19/10)
Jika kita membuka google hari ini, kita akan melihat Google Doodle bernuansa galaksi dengan taburan bintang. Siluet seorang lelaki sedang mengamati benda angkasa tampak serius memegang satu alat yang seakan menjepit gambar ilustrasi matahari.




Matahari itu terletak sejajar dengan tulisan Google, dan menempati posisi huruf O pertama. Sedangkan, O yang kedua tertutup—atau barangkali digantikan—oleh kepala si lelaki tadi.

Lelaki itu adalah Subrahmanyan Chandrasekhar. Ia lebih dikenal dengan “ S. Chandrasekhar”.

Subrahmanyan Chandrasekhar adalah fisikawan India-Amerika Serikat. Ia adalah keponakan Chandrasekhara Raman, fisikawan pemenang Hadiah Nobel Fisika 1930. Chandrashekkar menerima gelar B.A. dari Universitas Madras. (Wikipedia)
Lelaki yang lahir di Lahore, Pakistan pada 19 Oktober 1990 ini, terlahir dari pasangan Sitalakshmi dan Chandrasekhara Subrahmanya Ayyar.

Chandrasekhar menjadi astrofisikawan pertama yang memenangkan Hadiah Nobel. Penghargaan yang dia terima pada 1983 itu, merupakan penghormatan atas penemuannya akan 'batas Chandrasekhar'.




“He is the genius responsible for much of what we understand about stars – and earned a glittering array of accolades,”  tulis www.thesun.co.uk.

Dia adalah jenius yang bertanggung jawab atas sebagian besar dari apa yang kita pahami tentang bintang—dan memperoleh serangkaian penghargaan yang berkilauan.

Ia menerima gelar B.A. dari Universitas Madras. Chandrashekkar juga meraih gelar Ph.D dari Universitas Cambridge, dan mengembangkan teori bintang kerdil putih. Ia menunjukkan bahwa tekanan degenerasi mekanika kuantum tidak bisa menstabilkan bintang raksasa. Penerima Nobel ini bekerja di Universitas Chicago dan Observatorium Yerkes dari 1937 hingga 1995.

Chandrasekhar yang pegawai di Ballistic Research Laboratory di Aberdeen Proving Ground, Maryland selama PD II, meneliti dan menulis sejumlah buku penting mengenai struktur dan evolusi bintang, sifat-sifat dinamis kluster dan galaksi bintang, transfer energi radiasi, stabilitas hidrodinamika dan hidromagnetika, stabilitas bilangan persamaan ellips, dan teori matematis lubang hitam.

Chandrashekkar juga bekerja pada astrofisika relativistic. Buku terakhirnya adalah Newton's Principia for the Common Reader. Ia mengedit Astrophysical Journal selama hampir 20 tahun. Banyak lagi prestasi dan jasanya yang bisa dilihat dalam datanya di www.nobelprize.org. Penerima Nobel ini meninggal di Chicago, Illinois, Amerika pada 21 Agustus 1995.

Pada tahun 1998, pendiri mesin pencari Larry dan Sergey menarik seorang tokoh tongkat di belakang 'o' Google yang kedua sebagai pesan bahwa mereka tidak berada di kantor pada festival Burning Man. Denga itu kemudian Google Doodles lahir.

Perusahaan memutuskan bahwa mereka harus menghias logo untuk menandai momen budaya dan segera pengguna mesin telusur ini benar-benar menikmati perubahan pada beranda Google.

Tepat di hari kelahirannya yang ke 107, Chandrashekkar menjadi Google Doodle. Google membuat doodle dengan tema dirinya pada hari ini (19/10) untuk menghormati sang Astrofisikawan.

Semasa hidupnya, S. Chandrasekhar dikenal karena hasrat dan kecintaannya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di sektor perbintangan dan matematika. Ia terkenal atas cintanya pada keanggunan dan presisi matematika.

Mencari riwayat keluarnganya di mesin telusur, saya hanya menemukan pohon keluarga yang berisi generasi pertama, kedua, dan ketiga. Dari kakeknya hingga dia (Chandrashekkar).

Jika tokoh lain seperti Einstein memuat informasi pasangan/istrinya oleh Wikipedia, tidak halnya dengan Chandrashekkar. Informasi itu tidak tersedia. Saya mencari sampai mengunjungi data pribadi yang (sepertinya) ditulis Chandrashekkar—atau paling tidak ditulis dari sudut pandang dirinya—namun saya tidak menemukan informasi pasangan/isteri (asmara) sang tokoh.




“I was born in Lahore (then a part of British India) on the 19th of October 1910, as the first son and the third child of a family of four sons and six daughters,” tulisnya di www.nobelprize.org.

Saya hanya menemukan, semasa hidupnya, S. Chandrasekhar dikenal karena hasrat dan kecintaannya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di sektor perbintangan dan matematika.

Sebuah hasrat cinta yang sangat besar. Cinta yang mahaluas, melebihi ketertarikan terhadap hanya satu orang. Cinta Chandrashekkar telah mengisi semesta, dan mecerahkan umat manusia.
Labels: Ilmu pengetahuan, Inspirasi, Teknologi, Tokoh

Thanks for reading S. Chandrasekhar dan Hasrat Cintanya. Please share...!

0 Comment for "S. Chandrasekhar dan Hasrat Cintanya"

Tulia komentar sahabat di sini...

Inspirasi dan Informasi Lainnya

Kata Mutiara

Kata Mutiara
Menulis adalah kodrat yang tak boleh pupus oleh alasan apa pun. Karena bersama itu, kita akan menyadari arti pentingnya belajar, membaca, dan berbagi.
Back To Top